Menurut survei, keuangan adalah salah satu hal yang paling sering membuat terjadinya masalah di keluarga. Ini tak mengagetkan. Karena, uang kerap kali jadi topik pembicaraan yang kadang mengundang emosi. Saat kurang, sudah pasti banyak kebutuhan yang harus ditekan. Tapi, saat berlebih pun, kadang mengundang perdebatan tentang ke mana uang akan dialokasikan.
Untuk itu, buatlah rencana masa depan yang tertata dengan baik. Salah satunya, dengan perencanaan keuangan yang sistematis dan berdasar atas kesepakatan semua pihak. Dengan perhitungan yang tepat dan akurat, masalah keuangan bisa diantisipasi. Dan pastinya tidak perlu muncul keributan di sana-sini.
Lantas, apa yang harus dipikirkan agar keuangan bisa di-manage dengan baik sehingga kita merasa aman dan nyaman?
Tips berikut ini mungkin perlu anda pertimbangkan :
• Buatlah perencanaan yang matang dengan diskusi yang saling terbuka bersama pasangan. Sebisa mungkin alokasikan secara berimbang antara kebutuhan primer, sekunder, serta tersier. Sebab, selain kebutuhan pokok, sebagai manusia kita juga butuh hiburan dan rekreasi. Jika tak direncanakan dengan baik, hal tersebut bisa jadi sumber pemborosan. Namun, jika sudah dibuat jadwal dengan baik, liburan selain hemat pastinya akan menyenangkan serta menyegarkan pikiran.
• Investasi dulu, baru belanjakan uang. Sisihkan dana Anda sejak awal untuk investasi saat Anda menerima gaji. Jangan berpikir bahwa investasi harus besar. Sebab jika rutin, investasi meski awalnya kecil—melalui sistem bunga ber bunga— nantinya bisa menjadi nilai yang cukup besar. Dengan “memaksa” uang diinvestasikan dahulu, maka saat belanja kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan lainnya, kita sudah memastikan ada “sisa” untuk disimpan sebagai investasi masa depan.
• Sisihkan sebagian pendapatan untuk membeli asuransi. Memang banyak orang yang masih ragu untuk membeli asuransi. Sebab ada anggapan, uang sering hangus jika membeli asuransi. Padahal dengan asuransi, kita ibarat sedia payung sebelum hujan. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan mulai dari perlindungan kesehatan, kecelakaan, hingga kematian yang bisa banyak membantu diri sendiri dan keluarga.
• Jika memungkinkan, sisihkan uang pada investasi yang tak lekang oleh zaman, yakni emas dan tanah. Sudah jadi rahasia umum bahwa emas dan tanah nilainya selalu naik. Bahkan, nilainya hampir tak pernah terpengaruh oleh kondisi ekonomi. Tentu, dibutuhkan kehati-hatian untuk menyimpan emas atau kala membeli tanah. Namun, dari segi nilainya yang terus naik, emas dan tanah selalu menjadi rekomendasi yang lebih baik dibanding investasi lainnya.
• Tertarik untuk investasi di reksadana? Jika ya, pastikan berinvestasi sesuai dengan usia. Maksudnya, makin tua dan makin banyak tanggungan, jangan terlalu banyak memilih reksadana yang berisiko tinggi. Namun, saat masih muda, cobalah lebih banyak bereksperimen dengan mengambil reksadana yang cenderung berisiko, tapi lebih banyak pula hasilnya. Dengan pendekatan investasi reksadana berdasar usia, maka kita akan lebih bisa merasa nyaman dengan apa yang kita investasikan.
Baca Selengkapnya......